Today #DELSS

Featured

image

In your eyes I can see the miss..
In your smiles I can fell the peace..
In your laughs I can hear the tears..
In your hand I can touch the kiss..

Mourning..
Grieving..
Frowning..
I can see all in your talking..

Just a hold in my arms so tight..
Just a close of my shady sight..
Just accompany a while by your side..
Just to let you know I’ll keep your love inside..

Pencarian Arti Sebuah Rasa

Dear diary…

Selama ini daku memang menyukai film yang beraromakan romans. Dari film seri jaman baheula “Little Missy”, hingga drama seri Korea yang lagi booming. Ada memang yang menarik dan bahkan ada yang mirip-mirip dengan yang daku alami. Dan yang paling kesal adalah saat nonton AADC 2, tahu kenapa?? Lebih baik jangan…😆

Dari kesemua film maupun drama seri yang pernah daku tongkrongin nonton, hampir semuanya bercerita tentang persoalan remaja hingga dewasa muda. Dan hampir semuanya bercerita tentang perjalanan cinta dari awal hingga akhir, entah itu happy ending atau sad ending.

Terlepas dari tujuan menikmati film sendiri, terkadang daku mencari satu makna yang mungkin bisa menjadi salah satu acuan hidup yang notabene tidak pernah lepas dari yang namanya “perasaan”. Dan memang, terkadang daku temukan kalimat kutipan yang daku rasa bagus untuk di-share ke orang lain.

Entah mengapa, beberapa minggu ini daku ditunjukkan salah satu drama Korea yang cukup unik. Baik dari segi tokoh utama, alur cerita, maupun kandungan makna di dalamnya. Judul drama seri ini adalah “Second To Last Love”. Drama yang baru nongol 10 episode ini cukup menarik hatiku hingga penasaran dan geregetan. Bagaimana tidak, tokoh utama berusia lebih dari 40 tahun dan akan masuk ke tahap “manula”.


Drama ini berkisah tentang seorang “duda” yang bekerja di instansi pemerintah, dan bertemu dengan seorang “single” yang bekerja di industri film. Keduanya sama-sama berusia di atas 40, dan si “duda” sudah memiliki anak yang duduk di bangku SMA. Mereka berdua memiliki masa lalu yang cukup pahit, dan secara tidak sengaja bertemu dan secara tidak sengaja pula menjadi tetangga.

Secara keseluruhan, bisa dibilang ini adalah drama seri ter”bijak” yang pernah daku tonton. Mungkin hal inilah yang membuat drama seri ini masuk dalam kategori “Matur“. Beberapa setting adegan serius, romans, dan komedi mewarnai drama ini. Dan seperti yang daku tulis sebelumnya, mungkin yang “bisa” mengerti akan humor maupun kutipan-kutipan di dalamnya adalah para dewasa. Jadi yang masih remaja lebih baik jangan nonton dulu ya? :p

Setiap episode dijamin membuat geregetan, karena drama ini terbilang drama ter”sulit” untuk ditebak yang pernah daku tonton.

Aaaah sudah tidak sabar lagi untuk nonton episode selanjutnya…

Galaaaaaaaw Journey Again!!!

Dear diary…

Ah tak terasa sudah sekian lama daku belum ada waktu untuk menyempatkan jari-jemariku menari di atas keyboard. Baiklah kali ini daku akan bercerita tentang Jamnas Wolu Seru, yang sebelumnya daku posting hanya pendaftaran dan pemesanan kaosnya saja.

Kepanitiaan Jamnas sudah lama dibuat, bahkan sebelum server http://www.prides-online.com terserang hacker. Awalnya sih daku santai-santai saja kayak di pantai. Karena pada awalnya daku cuman masuk di Sie Acara. yaaah lumayanlah bisa nyari MC cewek buat pendamping *eh salah*😯 . Tapi dikarenakan suatu sebab (yang tidak boleh diceritakan di depan publik), meluncurlah daku naik ke atas hampir mepet dengan langit-langit di lantai 21 (eh lebay amat yak?) terceburlah daku menjadi KetuPel. Aaaah kutukan lagi pikirku. Terus terang daku agak trauma jadi KetuPel, karena event lokal beberapa tahun yang lalu yang sempat bikin badan rontok semua. Yah gimana gak rontok, yang jadi KetuPel merangkap juru masak, merangkap tukang parkir, merangkap Sie Keamanan dan merangkap Sie Perlengkapan. Tapi daku gak gentar siiiih. Daku yakin pasti bisa! Tidak ada di kamusku kata “tidak bisa”, yang ada hanya “belum bisa”.

Back to cerita again… Persiapan demi persiapan berangsur-angsur kelar. Dari posting gambar teaser jamnas di fesbuk sampai ke persiapan acara. Namun ada yang kurang. Apakah itu???? MERCHANDISE! Yak, merchandise belum siap dan bikin puyeng. Malam itu daku sempatkan berputar keliling kota cari Pokemon, terus dilanjutkan memberi makan si Chek-O partnerku yang nakal. Sampai akhirnya daku kelesotan di teras sambil memandang si Chek-O. 1 menit… 2 menit… 3 menit… 4 menit… Sampai 15 menit Chek-O sepertinya ngasih tatapan memelas ke daku. Sepertinya karena pantatku terasa kedinginan. Berdirilah daku, dan berencana mengambil kampret eh karpet. Saat itu, tiba-tiba tumpukan matras outdoor berpuluh-puluh gulung meluncur dalam kepalaku. Dan langsung daku utarakan niatku agar merchandise berbentuk matras. Pertimbangannya? Karena Jamnas kali ini “BEDA”.

Merchandise clear, dan akhirnya siap-siap ambil ijin, *eh bolos terhormat ding😯 . Bersiap dengan bawaan.

Padahal bawa panda, tapi bawa box dan tankbag😆 .

Singkat cerita, setelah upacara 17 Agustus 2016 daku langsung meluncur ke rumah Cak Ndut.

WhatsApp Image 2016-08-17 at 08.17.04

Setelah nyampe rumah Cak Ndut, masukin barang-barang ke dalam panda dan kita langsung meluncur ke lokasi Jamnas. Di tengah perjalanan si panda ngambek, ngadat mulu. Yah terpaksa menepi sebentar sekalian nungguin si Obed yang mau nitip obat-obatan. Setelah dirasa beres, akhirnya kita meluncur ke lokesyeng😆 .

Sampai di titik check point, ketemu dengan Cak Ngo, peserta yang pertama hadir sebelum panitia😆 . Beberes sebentar dan kita langsung cusss ke atas untuk ritual tumpengan sebelum acara dimulai.

(copas foto dari Cak Ngo nih😳 )

Begitu kelar balik lah kita ke check point. Mindahin panda ke atas agar parkir bisa leluasa.

Keesokan harinya, rombongan panitia dari Sidoarjo dan Surabaya berdatangan. Syukurlah… Dan permasalahan utama cuman satu, “sinyal”😆 karena benar-benar miskin sinyal di sini, maklum daerah pegunungan jadi aktivitas internet kagak bisa kepake.

Kegiatan kepanitiaan pun dimulai. Hingga akhirnya Jamnas pun berlangsung. Satu-persatu sosok yang kukenal dengan baik berdatangan, ada rasa haru dan rindu sehingga daku tanpa sadar langsung memeluk mereka. (Om Don, maaf janggutnya kena bahuku😥 )

Acara demi acara berlangsung silih berganti (Gak perlu disebutin satu-satu ya? Buanyak bingit deh) Sampai akhirnya di acara penutupan. Aaaah cepat sekali waktu berlalu (lebay lagi deh). Dengan berat hati daku mengucap “Sampai jumpa di Jamnas tahun depan!” pada mereka.(copas foto dari Om Don)

Dan akhirnya daku juga bersiap untuk balik ke kandang. Dan bisa dipastikan. Pulang pasti KESASAR…😆

Yah itu sedikit cerita kegiatan galawku kemaren. Lebih lengkapnya enak di POL aja ya? :p Jangan lupa klik “Join” tentunya di http://www.pridses-online.com

See you next Jamnas!!!

Mewakili rekan-rekan dari panitia Jamnas Wolu Seru, kami ucapkan banyak terima kasih kepada rekan-rekan Prides OnLine, baik yang hadir maupun tidak, atas segala dukungan baik secara moril maupun materiil.

Terima kasih pula atas kehadiran:
– Rekan dari Palembang: yang digawangi oleh Om Erik Atjeh, Om Rahmat BjoeCmonk Santoso dan kawan-kawan.
– Rekan dari Jakarta: Om Ito, Om Dono, Om Rangs, Om Ketoprak, OmBuzzeth, Sumarlin, Om Welece, Om Mbon, Om Andry, Om Braunk, Putra, Om Romeo, Om Rachmat, Om Ridwan, Om Ade dan kawan-kawan.
– Rekan dari Bekasi: KetUm Salum, Om Royan, Om Jody, Om Fuad dan kawan-kawan.
– Rekan dari Bintaro: Om Aan beserta keluarga dan kawan-kawan.
– Rekan dari Depok; Om Pipin, Erlangga dan kawan-kawan.
– Rekan dari Bogor: Om Shiddiq, Om Mahenz, Om Bond dan kawan-kawan.
– Rekan dari Bandung: Om Vincent bersama Om Adi n Mbak Eleonora dan kawan-kawan.
– Rekan dari Purwakarta: Om Suud, Om Rama dan kawan-kawan.
– Rekan-rekan dari Cirebon.
– Rekan dari Jogjakarta: Pakdhe Julianto dan kawan-kawan.
– Rekan dari Solo: Vani, Imam dan kawan-kawan.
– Rekan dari Salatiga: Om Krisadyani, Om Pulunggana dan kawan-kawan.
– Rekan dari Semarang: Om Krisna, Om Massa, Om Alif, Ayang Lingga,Kharizmma, Om Soney dam kawan-kawan.
– Rekan dari Madiun: Guntur dan kawan-kawan.
– Rekan dari Nganjuk: Bagus dan kawan- kawan.
– Rekan dari Sidoarjo: Om Samuel, Cak Har, Om Chammad’z, Om Bagus Kay, Cak Ndut, Pak Agustynus, Mas Andhika, Pak Herdy, Cak Widi, MasHadnys, Cak Yogi, Aldi dan kawan-kawan.
– Rekan dari Surabaya: Mas Mujib, Mas Herlambang, Zharfan, Ilham, Kurniawan dan kawan-kawan.
– Rekan dari Jombang: Om Khalilo dan kawan-kawan.
– Rekan dari Mojokerto: Obed dan kawan-kawan.
– Rekan dari Probolinggo: Ringo dan kawan-kawan.
– Rekan dari Jember: Robby dan kawan-kawan.
Dan rekan lainnya yang mungkin belum tertulis di atas.
Without you we are nothing…

Tak lupa pula kami ucapkan banyak permohonan maaf jika ada kekurangan dalam acara Jamnas Wolu Seru.

Semoga tahun depan dan tahun depannya lagi dan tahun-tahun ke depannya lagi, kita masih diberi umur dan kesehatan agar bisa berjumpa lagi dengan formasi yang kebih lengkap dan lebih baik.

Let’s Go Online!!!

Pendaftaran Peserta dan Pemesanan Kaos Jamnas Wolu Seru

Dear diary…

Beberapa waktu yang lalu server POL sedang down dan sekarang dalam keadaan maintenis.

Tentunya hatiku sangat bingung. Apalagi terkait event yang akan berlangsung sebentar lagi.

Sedikit putar-putar otak, akhirnya ketemulah dengan google form. Aplikasi dari google yang kapan hari daku buat untuk mendata penduduk RW, akhirnya daku pakai juga untuk mendata peserta dan pemesan kaos Jamnas Wolu Seru.

Bagi rekan-rekan yang ingin mendaftar Jamnas:

Bagi rekan-rekan yang ingin memesan kaos Jamnas:

Atau bisa diklik di url ini untuk pendaftaran Jamnas dan ini untuk pemesanan kaos Jamnas.

See you at Jamnas Wolu Seru!!!

Jika Mengaku Bangsa Indonesia, Sebaiknya Amalkan!

Dear diary…

Miris sekali daku melihat perilaku-perilaku baik di dunia nyata maupun di dunia maya. Meski banyak yang mengaku bangsa Indonesia, namun perilakunya tidak mencerminkan Pancasila yang menjadi dasar negara Indonesia.

Apakah ini efek dari dihilangkannya Pancasila dari kurikulum pendidikan? Ataukah banyaknya budaya asing yang masuk ke Indonesia sehingga budaya asli Indonesia dilupakan?

Banyak yang membagikan link-link yang membandingkan ajaran ini-ajaran itu. Ada pula yang mempostingkan anti ajaran ini-anti ajaran itu. Dan itu semua dibagikan di media sosial online.

Dalam postingan kali ini, daku mengajak para pembaca sekalian. Untuk kilas balik dalam diri kita masing-masing. Sudahkah kita menjadi bangsa Indonesia yang baik? Bangsa Indonesia yang memiliki Pancasila

Sementara kesampingkan ego masing-masing, sementara pikirkan bahwa kita sebagai manusia yang notabene makhluk sosial pasti membutuhkan orang lain, pasti membutuhkan bantuan orang lain. Dan hal itu tidak mempedulikan dari ras mana, suku mana, agama apa dan bahkan golongan mana.

Pancasila sebagai dasar negara Indonesia sebenarnya sudah jelas dalam mengatur kehidupan kita untuk berbangsa dan bernegara. Memang Pancasila mengalami perubahan dalam butir-butir pengamalannya, dari 36 butir menjadi 45 butir. Namun kesemuanya itu adalah demi kita sendiri, demi persatuan dan kesatuan kita sebagai bangsa Indonesia yang nantinya tidak mudah terpecah-belah, terprovokasi bahkan terjerumus dalam lingkaran terorisme.

Mari kita simak perubahan dari 36 butir pengamalan Pancasila menjadi 45 butir pengamalan.

36 butir

45 butir

Ketuhanan Yang Maha Esa

  1. Percaya dan Takwa kepada Tuhan Yang Maha Esa sesuai dengan agama dan kepercayaan masing-masing menurut dasar kemanusiaan yang adil dan beradab.
  2. Hormat menghormati dan bekerjasama antar pemeluk agama dan penganut-penganut kepercayaan yang berbeda-beda sehingga terbina kerukunan hidup.
  3. Saling menghormati kebebasan menjalankan ibadah sesuai dengan agama dan kepercayaannya.
  4. Tidak memaksakan suatu agama dan kepercayaan kepada orang lain.
  1. Bangsa Indonesia menyatakan kepercayaannya dan ketakwaannya terhadap Tuhan Yang Maha Esa.
  2. Manusia Indonesia percaya dan takwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa, sesuai dengan agama dan kepercayaannya masing-masing menurut dasar kemanusiaan yang adil dan beradab.
  3. Mengembangkan sikap hormat menghormati dan bekerjasama antara pemeluk agama dengan penganut kepercayaan yang berbeda-beda terhadap Tuhan Yang Maha Esa.
  4. Membina kerukunan hidup di antara sesama umat beragama dan kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa.
  5. Agama dan kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa adalah masalah yang menyangkut hubungan pribadi manusia dengan Tuhan Yang Maha Esa.
  6. Mengembangkan sikap saling menghormati kebebasan menjalankan ibadah sesuai dengan agama dan kepercayaannya masing-masing.
  7. Tidak memaksakan suatu agama dan kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa kepada orang lain.

Kemanusiaan yang adil dan beradab

  1. Mengakui persamaan derajat persamaan hak dan persamaan kewajiban antara sesama manusia.
  2. Saling mencintai sesama manusia.
  3. Mengembangkan sikap tenggang rasa.
  4. Tidak semena-mena terhadap orang lain.
  5. Menjunjung tinggi nilai kemanusiaan.
  6. Gemar melakukan kegiatan kemanusiaan.
  7. Berani membela kebenaran dan keadilan.
  8. Bangsa Indonesia merasa dirinya sebagai bagian dari seluruh umat manusia, karena itu dikembangkan sikap hormat-menghormati dan bekerjasama dengan bangsa lain.
  1. Mengakui dan memperlakukan manusia sesuai dengan harkat dan martabatnya sebagai makhluk Tuhan Yang Maha Esa.
  2. Mengakui persamaan derajat, persamaan hak, dan kewajiban asasi setiap manusia, tanpa membeda-bedakan suku, keturunan, agama, kepercayaan, jenis kelamin, kedudukan sosial, warna kulit dan sebagainya.
  3. Mengembangkan sikap saling mencintai sesama manusia.
  4. Mengembangkan sikap saling tenggang rasa dan tepa selira.
  5. Mengembangkan sikap tidak semena-mena terhadap orang lain.
  6. Menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan.
  7. Gemar melakukan kegiatan kemanusiaan.
  8. Berani membela kebenaran dan keadilan.
  9. Bangsa Indonesia merasa dirinya sebagai bagian dari seluruh umat manusia.
  10. Mengembangkan sikap hormat menghormati dan bekerjasama dengan bangsa lain.

Persatuan Indonesia

  1. Menempatkan kesatuan, persatuan, kepentingan, dan keselamatan bangsa dan negara di atas kepentingan pribadi atau golongan.
  2. Rela berkorban untuk kepentingan bangsa dan negara.
  3. Cinta Tanah Air dan Bangsa.
  4. Bangga sebagai Bangsa Indonesia dan ber-Tanah Air Indonesia.
  5. Memajukan pergaulan demi persatuan dan kesatuan bangsa yang ber-Bhinneka Tunggal Ika.
  1. Mampu menempatkan persatuan, kesatuan, serta kepentingan dan keselamatan bangsa dan negara sebagai kepentingan bersama di atas kepentingan pribadi dan golongan.
  2. Sanggup dan rela berkorban untuk kepentingan negara dan bangsa apabila diperlukan.
  3. Mengembangkan rasa cinta kepada tanah air dan bangsa.
  4. Mengembangkan rasa kebanggaan berkebangsaan dan bertanah air Indonesia.
  5. Memelihara ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial.
  6. Mengembangkan persatuan Indonesia atas dasar Bhinneka Tunggal Ika.
  7. Memajukan pergaulan demi persatuan dan kesatuan bangsa.

Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaran / perwakilan

  1. Mengutamakan kepentingan negara dan masyarakat.
  2. Tidak memaksakan kehendak kepada orang lain.
  3. Mengutamakan musyawarah dalam mengambil keputusan untuk kepentingan bersama.
  4. Musyawarah untuk mencapai mufakat diliputi semangat kekeluargaan.
  5. Dengan itikad baik dan rasa tanggung jawab menerima dan melaksanakan hasil musyawarah.
  6. Musyawarah dilakukan dengan akal sehat dan sesuai dengan hati nurani yang luhur.
  7. Keputusan yang diambil harus dapat dipertanggung jawabkan secara moral kepada Tuhan Yang Maha Esa, menjunjung tinggi harkat dan martabat manusia serta nilai-nilai kebenaran dan keadilan.
  1. Sebagai warga negara dan warga masyarakat, setiap manusia Indonesia mempunyai kedudukan, hak, dan kewajiban yang sama.
  2. Tidak boleh memaksakan kehendak kepada orang lain.
  3. Mengutamakan musyawarah dalam mengambil keputusan untuk kepentingan bersama.
  4. Musyawarah untuk mencapai mufakat diliputi oleh semangat kekeluargaan.
  5. Menghormati dan menjunjung tinggi setiap keputusan yang dicapai sebagai hasil musyawarah.
  6. Dengan iktikad baik dan rasa tanggung jawab menerima dan melaksanakan hasil keputusan musyawarah.
  7. Di dalam musyawarah diutamakan kepentingan bersama di atas kepentingan pribadi dan golongan.
  8. Musyawarah dilakukan dengan akal sehat dan sesuai dengan hati nurani yang luhur.
  9. Keputusan yang diambil harus dapat dipertanggungjawabkan secara moral kepada Tuhan Yang Maha Esa, menjunjung tinggi harkat dan martabat manusia, nilai-nilai kebenaran dan keadilan mengutamakan persatuan dan kesatuan demi kepentingan bersama.
  10. Memberikan kepercayaan kepada wakil-wakil yang dipercayai untuk melaksanakan pemusyawaratan.

Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia

  1. Mengembangkan perbuatan-perbuatan yang luhur yang mencerminkan sikap dan suasana kekeluargaan dan gotong-royong.
  2. Bersikap adil.
  3. Menjaga keseimbangan antara hak dan kewajiban.
  4. Menghormati hak-hak orang lain.
  5. Suka memberi pertolongan kepada orang lain.
  6. Menjauhi sikap pemerasan terhadap orang lain.
  7. Tidak bersifat boros.
  8. Tidak bergaya hidup mewah.
  9. Tidak melakukan perbuatan yang merugikan kepentingan umum.
  10. Suka bekerja keras.
  11. Menghargai hasil karya orang lain.
  12. Bersama-sama berusaha mewujudkan kemajuan yang merata dan berkeadilan sosial.
  1. Mengembangkan perbuatan yang luhur, yang mencerminkan sikap dan suasana kekeluargaan dan kegotongroyongan.
  2. Mengembangkan sikap adil terhadap sesama.
  3. Menjaga keseimbangan antara hak dan kewajiban.
  4. Menghormati hak orang lain.
  5. Suka memberi pertolongan kepada orang lain agar dapat berdiri sendiri.
  6. Tidak menggunakan hak milik untuk usaha-usaha yang bersifat pemerasan terhadap orang lain.
  7. Tidak menggunakan hak milik untuk hal-hal yang bersifat pemborosan dan gaya hidup mewah.
  8. Tidak menggunakan hak milik untuk bertentangan dengan atau merugikan kepentingan umum.
  9. Suka bekerja keras.
  10. Suka menghargai hasil karya orang lain yang bermanfaat bagi kemajuan dan kesejahteraan bersama.
  11. Suka melakukan kegiatan dalam rangka mewujudkan kemajuan yang merata dan berkeadilan sosial.

Dari perubahan-perubahan tersebut di atas, sudahkah kita mengamalkan semuanya? Sudahkah kita mengamalkan apa yang menjadi hak dan kewajiban kita sebagai bangsa Indonesia?

Jika anda menjawab tidak perlu, dan tidak usah semua dilakukan, daku yakin dengan pasti bahwa anda bukan bangsa Indonesia. Dan lebih baik anda segera berkemas meninggalkan negara Indonesia. Karena negara ini sebaiknya diisi dengan orang-orang yang mau dan bisa berperilaku sesuai Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945.

Harapku Untukmu, Ibu…

Ibunda

Ibunda

Beliaulah yang menghalangi cita-citaku…

Beliaulah yang memaksaku mematuhi segala peraturan…

Beliau selalu melarangku untuk bermain…

Beliau tidak pernah mengerti hobby yang aku pilih…

Beliau tidak pernah mengijinkanku untuk ikut serta dalam organisasi apapun…

Beliau tidak pernah bangga akan apa yang pernah aku lakukan…

Beliau selalu mencemooh kegiatanku di luar belajar…

Beliau selalu mengejek tulisan dan coretan yang kubuat…

Beliau pulalah yang membuatku pergi dari rumah di saat aku masih kuliah…

 

Tapi…

Di atas itu semua…

Beliau adalah ibuku…

Beliaulah yang melahirkanku…

Beliau pula yang mendidikku dengan segala adat ke-Jawa-an yang beliau hormati…

Beliau tetap menerimaku pulang ke rumah setelah aku pergi dari rumah…

Beliau bangga menceritakan bahwa anaknya, aku, bekerja sebagai tukang parkir di kampus saat kuliah…

Beliau pula yang menangis saat aku terbaring tak sadarkan diri di rumah sakit…

Beliaulah yang menjadi jembatan antara aku dan Sang Pencipta…

Beliau selalu mencoba mengerti apa yang aku lakukan…

 

Tanpa beliau, mungkin saat ini aku tidak akan pernah bisa bertemu dengan semua orang yang aku hormati, sayangi dan cintai…

Ibu, maafkan aku jika belum bisa berbhakti kepadamu…

Ibu, maafkan aku yang tidak pernah bisa menjadi seperti yang Ibu inginkan…

Ibu, cepatlah sembuh…