Review Baju Renang Cangkang

Dear diary…

Pada kesempatan kali ini, daku ingin memberikan review mengenai baju renang “Cangkang” yang juga merupakan produk lokal Indonesia. Yang seharusnya daku review akhir bulan kemarin, namun karena banyaknya kesibukan akhirnya tertunda… ๐Ÿ˜ฅ

Secara penampilan baju ini memiliki beberapa warna, mulai dari warna gelap hingga warna terang. Namun meskipun berwarna gelap, baju renang ini masih terkesanย “eye catching”ย sekali. Karena desain dan motif yang berbeda dari baju renang lainnya. โค

IMG_20180104_155658.jpg
Tolong jangan ditanya harus tahan napas berapa lama ๐Ÿ˜†

Percobaan pertama adalah dengan berendam (maklum belum bisa renang) ๐Ÿ˜† Di dalam air, baju ini terasa seperti kulit kedua, merekat erat dan sangat elastis. Dinginnya air dapat diredam sehingga tidak membuat badan menggigil. Pergerakan badan pun tidak kaku, karena material yang digunakan sangat elastis, sehingga sangat nyaman dipakai untuk bergerak. Saat keluar dari rendaman air, baju renangย “Cangkang”ย ini cepat keringnya, membuat daku semakin penasaran untuk melakukan percobaan yang aneh berikutnya. ๐Ÿ˜€

Setelah sukses di percobaan pertama, daku mencoba dengan percobaan kedua yang tidak lazim digunakan orang lain. Yup, baju renang ini daku coba fungsikan sebagai baselayer. Bagaimana hasilnya? Karena teksturnya yang lembut dan elastis, baju ini terasa nyaman dipakai, saat panas justru terasa sejuk di kulit. Dan saat dingin, malah menghangatkan. Aneh bukan??? Tapi sepertinya baju ini memang bisa digunakan untukย dual-purposeย baik di air maupun di darat.

IMG_20180104_155550.jpg
Jadi baselayer juga keren… ๐Ÿ˜€

Begitulah review singkat yang bisa daku berikan mengenai baju renang “Cangkang”. Untuk informasi pemesanan dan pembelian bisa langsung kontak ke Om Poenyakoer.

See you next time… ๐Ÿ™‚

Advertisements

PRIDES Di Usia Yang Ke-9

Dear diary…

Masih dalam suasana ulang tahun PRIDES yang ke-9, banyak hal yang menjadi perhatian saya selama bergabung di dalam komunitas online ini… ๐Ÿ™‚

Layaknya setiap club, komunitas ataupun organisasi hobby lainnya, selalu ada pasang surut dari peminat maupun member. Begitupun pula yang terjadi di dalam PRIDES. Bukan karena sudah tidak memiliki motor Bajaj Pulsar lantas tidak lagi bergabung dengan PRIDES, toh dari sejak Jamnas ke-2 (kalau tidak salah) sudah ada kesepakatan bahwa member PRIDES bukan hanya pemilik motor Bajaj Pulsar…

Jadi apa yang sebenarnya terjadi???

Meningkatnya kesibukan, perubahan status dari lajang ke menikah, perubahan status pekerjaan, bertambahnya jumlah anggota keluarga dan juga perpindahan domisili adalah beberapa faktor yang mempengaruhi turunnya aktivitas berkomunitas di dalam PRIDES…

Lantas apakah benar-benar tidak ada kepedulian lagi???

Oooh tentu tidak… Namanya juga komunitas online, meskipun kami jarang bertemu dan bercengkrama di ranah offline, kami masih tetap berkomunikasi dengan baik… Itulah uniknya komunitas satu ini… Hanya saja terkadang ada yang tidak menyukai aktivitas kami ini, dan sering menyindir dengan istilah “biker online”… ๐Ÿ˜†

Yah seperti kata pepatah, “ANJING MENGGONGGONG, KAFILAH TETAP BERLALU”, sindiran seperti itu tidak berlaku bagi kami…

Semoga langkah PRIDES menuju 1 dekade ini menjadikan kami para anggotanya menjadi lebih bijaksana, lebih dewasa, apapun motornya – apapun kendaraannya… Dan selalu mendukung program-program yang akan berlangsung, siapapun yang menjadi KetUmnya…

That’s all folks… *waktunya pura-pura sibuk lagi*

Kiat Berbisnis Bagi Pemula

Dear diary…

Kali ini kita akan membahas beberapa kiat berbisnis bagi pemula. Dalam hal bisnis memang saya tidak memiliki kompetensi apapun di dalamnya, namun beberapa rekan serta keluarga saya telah memberikan wejangan yang telah menggiring mereka ke arah kesuksesan.

Baiklah, kita langsung saja membahas satu persatu apa saja yang perlu kita perhatikan dalam mengawali bisnis.

  1. Jangan takut jika modal kecil. Jika Anda memiliki modal yang keil jangan langsung berkecil hati. “Bagaimana tidak kecil hati, kan modalnya gak cukup?” Untuk lebih jelasnya Anda bisa klik di sini.
  2. Tentukan akan melangkah ke mana. Setidaknya, Anda harus bisa membaca trend set yang akan datang. Dengan memprediksi hal baru yang akan menjadi trend, Anda akan dapat meraih keuntungan bukan di awal saat anda memulai bisnis. Sebagai contoh, jika saat ini musim kemarau tentu tidak ada gunanya jika berjualan payung atau jas hujan. Tetapi jika Anda berani mengambil risiko, pastinya Anda di saat musim hujan datang, konsumen akan berdatangan saat Anda memiliki jumlah stock yang cukup dengan harga yang lebih murah.
  3. Jangan takut gagal. Ini adalah salah satu pedoman yang harus dipegang bagi siapapun. Mengapa? Seperti yang sering dimunculkan di kutipan orang-orang terkenal, bahwa kegagalan adalah awal dari keberhasilan. Dengan mendapati kegagalan, Anda dapat memahami letak kekurangan atau kesalahan yang Anda lakukan. Hal itu dapat menjadi acuan Anda untuk memperbaiki dan tetap terus melangkah dan bukan menjadi alasan untuk berhenti melangkah.
  4. Ini adalah dunia Anda. Bisnis yang Anda pilih, adalah pilihan Anda sendiri. Andalah yang berhak menentukan aturan main di dalamnya. Hanya saja, janganlah merasa terlalu congkak dengan keputusan yang Anda sehingga akan menjadi batu sandungan Anda sendiri nantinya.
  5. Catat setiap aktivitas keuangan Anda. Tidak sedikit yang memiliki pemikiran jika masih mengawali usaha, tidak perlu melakukan pencatatan keuangan, ribet jika harus berkutat dengan buku. Tentu saja hal ini kurang tepat jika diterapkan. Sekecil apapun pengeluaran dan pemasukan bagi usaha Anda, setidaknya lakukanlah pencatatan keuangan. Dan jika Anda merasa ribet dengan harus membawa-bawa buku kas kemanapun Anda pergi, maka di era smartphone ini banyak aplikasi buku kas yang sudah tersedia baik gratis maupun berbayar. Sebagai rekomendasi, AKUN.biz merupakan salah satu aplikasi buku kas online gratis yang memiliki fitur-fitur penunjang usaha Anda.
  6. Percayalah dengan diri Anda Sendiri. Sederas apapun badai yang akan melanda Anda, tetaplah berpegang kuat pada prinsip Anda sendiri. Bahkan saat di situasi yang terjepit pun, Anda bisa mengandalkan “The Power of Kepepet” ๐Ÿ˜† Namun itu benar adanya, seperti yang pernah saya bahas sebelumnya mengenai Om Dir. Beliau pula yang mengajarkan saya akan hal tersebut.

Sementara itu saja kiat yang bisa saya bahas di sini. Di lain kesempatan, saya akan berbagi cerita dan pengalaman selanjutnya.

Pencarian Arti Sebuah Rasa

Dear diary…

Selama ini daku memang menyukai film yang beraromakan romans. Dari film seri jaman baheula “Little Missy”, hingga drama seri Korea yang lagi booming. Ada memang yang menarik dan bahkan ada yang mirip-mirip dengan yang daku alami. Dan yang paling kesal adalah saat nonton AADC 2, tahu kenapa?? Lebih baik jangan… ๐Ÿ˜†

Dari kesemua film maupun drama seri yang pernah daku tongkrongin nonton, hampir semuanya bercerita tentang persoalan remaja hingga dewasa muda. Dan hampir semuanya bercerita tentang perjalanan cinta dari awal hingga akhir, entah itu happy ending atau sad ending.

Terlepas dari tujuan menikmati film sendiri, terkadang daku mencari satu makna yang mungkin bisa menjadi salah satu acuan hidup yang notabene tidak pernah lepas dari yang namanya “perasaan”. Dan memang, terkadang daku temukan kalimat kutipan yang daku rasa bagus untuk di-share ke orang lain.

Entah mengapa, beberapa minggu ini daku ditunjukkan salah satu drama Korea yang cukup unik. Baik dari segi tokoh utama, alur cerita, maupun kandungan makna di dalamnya. Judul drama seri ini adalah “Second To Last Love”. Drama yang baru nongol 10 episode ini cukup menarik hatiku hingga penasaran dan geregetan. Bagaimana tidak, tokoh utama berusia lebih dari 40 tahun dan akan masuk ke tahap “manula”.


Drama ini berkisah tentang seorang “duda” yang bekerja di instansi pemerintah, dan bertemu dengan seorang “single” yang bekerja di industri film. Keduanya sama-sama berusia di atas 40, dan si “duda” sudah memiliki anak yang duduk di bangku SMA. Mereka berdua memiliki masa lalu yang cukup pahit, dan secara tidak sengaja bertemu dan secara tidak sengaja pula menjadi tetangga.

Secara keseluruhan, bisa dibilang ini adalah drama seri ter”bijak” yang pernah daku tonton. Mungkin hal inilah yang membuat drama seri ini masuk dalam kategori “Matur“. Beberapa setting adegan serius, romans, dan komedi mewarnai drama ini. Dan seperti yang daku tulis sebelumnya, mungkin yang “bisa” mengerti akan humor maupun kutipan-kutipan di dalamnya adalah para dewasa. Jadi yang masih remaja lebih baik jangan nonton dulu ya? :p

Setiap episode dijamin membuat geregetan, karena drama ini terbilang drama ter”sulit” untuk ditebak yang pernah daku tonton.

Aaaah sudah tidak sabar lagi untuk nonton episode selanjutnya…

Galaaaaaaaw Journey Again!!!

Dear diary…

Ah tak terasa sudah sekian lama daku belum ada waktu untuk menyempatkan jari-jemariku menari di atas keyboard. Baiklah kali ini daku akan bercerita tentang Jamnas Wolu Seru, yang sebelumnya daku posting hanya pendaftaran dan pemesanan kaosnya saja.

Kepanitiaan Jamnas sudah lama dibuat, bahkan sebelum server http://www.prides-online.com terserang hacker. Awalnya sih daku santai-santai saja kayak di pantai. Karena pada awalnya daku cuman masuk di Sie Acara. yaaah lumayanlah bisa nyari MC cewek buat pendamping *eh salah* ๐Ÿ˜ฏ . Tapi dikarenakan suatu sebab (yang tidak boleh diceritakan di depan publik), meluncurlah daku naik ke atas hampir mepet dengan langit-langit di lantai 21 (eh lebay amat yak?) terceburlah daku menjadi KetuPel. Aaaah kutukan lagi pikirku. Terus terang daku agak trauma jadi KetuPel, karena event lokal beberapa tahun yang lalu yang sempat bikin badan rontok semua. Yah gimana gak rontok, yang jadi KetuPel merangkap juru masak, merangkap tukang parkir, merangkap Sie Keamanan dan merangkap Sie Perlengkapan.ย Tapi daku gak gentar siiiih. Daku yakin pasti bisa! Tidak ada di kamusku kata “tidak bisa”, yang ada hanya “belum bisa”.

Back to cerita again… Persiapan demi persiapan berangsur-angsur kelar. Dari posting gambar teaser jamnas di fesbuk sampai ke persiapan acara. Namun ada yang kurang. Apakah itu???? MERCHANDISE! Yak, merchandise belum siap dan bikin puyeng. Malam itu daku sempatkan berputar keliling kota cari Pokemon, terus dilanjutkan memberi makan si Chek-O partnerku yang nakal. Sampai akhirnya daku kelesotan di teras sambil memandang si Chek-O. 1 menit… 2 menit… 3 menit… 4 menit… Sampai 15 menit Chek-O sepertinya ngasih tatapan memelas ke daku. Sepertinya karena pantatku terasa kedinginan. Berdirilah daku, dan berencana mengambil kampret eh karpet. Saat itu, tiba-tiba tumpukan matras outdoor berpuluh-puluh gulung meluncur dalam kepalaku. Dan langsung daku utarakan niatku agar merchandise berbentuk matras. Pertimbangannya? Karena Jamnas kali ini “BEDA”.

Merchandise clear, dan akhirnya siap-siap ambil ijin, *eh bolos terhormat ding ๐Ÿ˜ฏ . Bersiap dengan bawaan.

Image may contain: shoes

Padahal bawa panda, tapi bawa box dan tankbag ๐Ÿ˜† .

Singkat cerita, setelah upacara 17 Agustus 2016 daku langsung meluncur ke rumah Cak Ndut.

WhatsApp Image 2016-08-17 at 08.17.04

Setelah nyampe rumah Cak Ndut, masukin barang-barang ke dalam panda dan kita langsung meluncur ke lokasi Jamnas. Di tengah perjalanan si panda ngambek, ngadat mulu. Yah terpaksa menepi sebentar sekalian nungguin si Obed yang mau nitip obat-obatan. Setelah dirasa beres, akhirnya kita meluncur ke lokesyeng ๐Ÿ˜† .

Sampai di titik check point, ketemu dengan Cak Ngo, peserta yang pertama hadir sebelum panitia ๐Ÿ˜† . Beberes sebentar dan kita langsung cusss ke atas untuk ritual tumpengan sebelum acara dimulai.

(copas foto dari Cak Ngo nih ๐Ÿ˜ณ )

Begitu kelar balik lah kita ke check point. Mindahin panda ke atas agar parkir bisa leluasa.Image may contain: one or more people, people standing, sky, outdoor and nature

Keesokan harinya, rombongan panitia dari Sidoarjo dan Surabaya berdatangan. Syukurlah… Dan permasalahan utama cuman satu, “sinyal” ๐Ÿ˜† karena benar-benar miskin sinyal di sini, maklum daerah pegunungan jadi aktivitas internet kagak bisa kepake.

Kegiatan kepanitiaan pun dimulai. Hingga akhirnya Jamnas pun berlangsung. Satu-persatu sosok yang kukenal dengan baik berdatangan, ada rasa haru dan rindu sehingga daku tanpa sadar langsung memeluk mereka. (Om Don, maaf janggutnya kena bahuku ๐Ÿ˜ฅ )

Acara demi acara berlangsung silih berganti (Gak perlu disebutin satu-satu ya? Buanyak bingit deh) Sampai akhirnya di acara penutupan. Aaaah cepat sekali waktu berlalu (lebay lagi deh). Dengan berat hati daku mengucap “Sampai jumpa di Jamnas tahun depan!” pada mereka.Image may contain: 3 people, people sitting and sunglasses(copas foto dari Om Don)

Dan akhirnya daku juga bersiap untuk balik ke kandang. Dan bisa dipastikan. Pulang pasti KESASAR… ๐Ÿ˜†

Yah itu sedikit cerita kegiatan galawku kemaren. Lebih lengkapnya enak di POL aja ya? :p Jangan lupa klik “Join” tentunya di http://www.pridses-online.com

See you next Jamnas!!!

Mewakili rekan-rekan dari panitia Jamnas Wolu Seru, kami ucapkan banyak terima kasih kepada rekan-rekan Prides OnLine, baik yang hadir maupun tidak, atas segala dukungan baik secara moril maupun materiil.

Terima kasih pula atas kehadiran:
– Rekan dari Palembang: yang digawangi oleh Om Erik Atjeh, Om Rahmat BjoeCmonk Santoso dan kawan-kawan.
– Rekan dari Jakarta: Om Ito, Om Dono, Om Rangs, Om Ketoprak, OmBuzzeth, Sumarlin, Om Welece, Om Mbon, Om Andry, Om Braunk, Putra, Om Romeo, Om Rachmat, Om Ridwan, Om Ade dan kawan-kawan.
– Rekan dari Bekasi: KetUm Salum, Om Royan, Om Jody, Om Fuad dan kawan-kawan.
– Rekan dari Bintaro: Om Aan beserta keluarga dan kawan-kawan.
– Rekan dari Depok; Om Pipin, Erlangga dan kawan-kawan.
– Rekan dari Bogor: Om Shiddiq, Om Mahenz, Om Bond dan kawan-kawan.
– Rekan dari Bandung: Om Vincent bersama Om Adi n Mbak Eleonora dan kawan-kawan.
– Rekan dari Purwakarta: Om Suud, Om Rama dan kawan-kawan.
– Rekan-rekan dari Cirebon.
– Rekan dari Jogjakarta: Pakdhe Julianto dan kawan-kawan.
– Rekan dari Solo: Vani, Imam dan kawan-kawan.
– Rekan dari Salatiga: Om Krisadyani, Om Pulunggana dan kawan-kawan.
– Rekan dari Semarang: Om Krisna, Om Massa, Om Alif, Ayang Lingga,Kharizmma, Om Soney dam kawan-kawan.
– Rekan dari Madiun: Guntur dan kawan-kawan.
– Rekan dari Nganjuk: Bagus dan kawan- kawan.
– Rekan dari Sidoarjo: Om Samuel, Cak Har, Om Chammad’z, Om Bagus Kay, Cak Ndut, Pak Agustynus, Mas Andhika, Pak Herdy, Cak Widi, MasHadnys, Cak Yogi, Aldi dan kawan-kawan.
– Rekan dari Surabaya: Mas Mujib, Mas Herlambang, Zharfan, Ilham, Kurniawan dan kawan-kawan.
– Rekan dari Jombang: Om Khalilo dan kawan-kawan.
– Rekan dari Mojokerto: Obed dan kawan-kawan.
– Rekan dari Probolinggo: Ringo dan kawan-kawan.
– Rekan dari Jember: Robby dan kawan-kawan.
Dan rekan lainnya yang mungkin belum tertulis di atas.
Without you we are nothing…

Tak lupa pula kami ucapkan banyak permohonan maaf jika ada kekurangan dalam acara Jamnas Wolu Seru.

Semoga tahun depan dan tahun depannya lagi dan tahun-tahun ke depannya lagi, kita masih diberi umur dan kesehatan agar bisa berjumpa lagi dengan formasi yang kebih lengkap dan lebih baik.

Let’s Go Online!!!